Berita Utama

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

SENIN

SELASA

RABU

KAMIS

JUMAT

SABTU

foto


Asmanipun Amha. Singkat, padat, lan mudah diingat nggih. Kulo saiki tseh sinau teng sekolah kehidupan. Iki jujur tanpa rekayasa. Kulo manungso biasa, boten katah ngelmu opo malih harto dunyo. Intine, kulo tseh sinau dadi uwong bener.

Abdi nyarios tipayun ngangge basa jawi, eta teh masih keneh diajar. Hoyong tiasa nyarios ngadamel bahasa jawa teh beurat, hararese puguh mah. Iyeu oge dicoba we lalahunan. Mudah-mudahan ngkin mah tiasa bari jeung lancar. Amiin.

Jika ingin kenal lebih jauh apalagi ingin kenal lebih dekat, silakan kontak langsung melalui komentar atau kirim pesan ke facebook atau medsos yang lainnya.

"Tidak ada penghalang atau skat di antara kita, sebab kita sama-sama dari bahan penciptaan yang sama dan dari kakek-nenek yang sama pula..." Amha.

Kita jadikan semua tempat sebagai sarana belajar, menambah wawasan, dan mendekatkan diri kepada sang maha kuasa. Agar hidup tidak salah jalan, tidak dipenuhi jalan kesulitan, dan jiwa yang hampa karena jauh dari jalan ketetapan (Shiratha al-mustaqiim).

Jika hidup digunakan dengan penuh kebaikan dan berjalan sesuai dengan jalanNya, tentu kentraman jiwa itu akan kita dapatkan. Bukankah ini yang semua orang cari dalam kehidupan sementara ini? Nyatanya banyak yang terperdaya oleh 'kemilaunya'. Sadarilah, meskipun kita hidup dengan keadaan yang secara dzahir jauh dari kata berkecukupan; ingatlah, bahwa kesempurnaan yang tertinggi itu ada pada sebuah kata kesederhanaan.

Buktinya, siapakah orang yang secara keuangan atau hartanya paling banyak (konglomerat) di kolong dunia ini? Perhatikan, bagaimana mereka menjalani hidupnya. Hidup dengan kemewahankah? Jawabannya tentu tidak. Mereka tampil apa adanya dan (malah) terkesan seperti bukan orang kaya, karena kesederhanaannya tersebut.

Logika sederhananya, orang pintar tidak pernah merasa dirinya paling pintar. Orang cantik, tidak pernah merasa dirinya paling cantik. Jika ada yang merasa paling ini dan itu, bisa jadi, sejatinya ia tidak demikian. Atau bisa jadi, memang baru jadi. Maklumlah ya, orang yang baru jadi atau baru punya itu masih terbawa suasana. Padahal jika sudah lama merasakan, jadi biasa-bisa saja.

__