Berita Utama

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

SENIN

SELASA

RABU

KAMIS

JUMAT

SABTU

foto

» » » Awam, Tak Tabu Bicara Politik

Saya hanya sebagai masyarakat biasa, bukan siapa-siapa. Saya juga salah satu mantan penggembala kambing di kampung. Saya awam dengan semua hal, termasuk dunia perpolitikan di negri ini.

Pemahaman yang saya dapatkan, murni dari pengalaman empat tahun yang lalu. Sebab saya tidak pernah belajar ilmu politik secara langsung atau terlibat di kepengurusan politik praktis. Sekali lagi saya hanyalah orang awam.

To the point! Sekitar empat tahun lalu, dua kandidat calon presiden beradu straregi untuk memenangkannya. Saya ingat betul ketika tim dari salah satu kubu, menggunakan medsos sebagai strategi kemenangannya.

Ketika kubu lawan menampilkan sebuah opini atau fakta, maka tim yang sudah sangat masif dan militan ini langsung menyerang dengan akun-akun kloning alias buatan (tidak bisa dilacak keasliannya).

Secara otomatis, ketika ada pendukung yang komentar, akan dihajar habis-habisan oleh tim militan ini. Sehingga down dan yang lain enggan berkomentar juga. Satu orang, lawan akun kloning jumlahnya tak terhingga ya keok juga.

Ini strategi yang dipakai oleh salah satu kubu yang saya tangkap dan saya rekam baik-baik dalam ingatan. Lalu, ketika menang, pemilik medsos sampai datang ke indonesia. Tentu menyimpan sejuta pertanyaan, terutama bagi saya pribadi.

Masih ingat dengan kartu hape harus registrasi pakai Kartu Keluarga dan Kartu tanda penduduk? Saya sebagai orang awam jelas-jelas menangkap ada perubahan strategi. Terbukti, akun-akun kloningan itu tidak semasif empat tahun lalu.

Jelas, ini strategi mereka. Sayangnya di masyarakat sipil yang tidak paham dengan hal ini, rupanya masih terjebak dan terpancing dengan cara-cara mereka. Sudah jelas, mereka sudah tahu kelemahan cara jadul ini. Makanya mereka saat ini diam.

Penjahat kelas kakap, tentu akan menganggap remeh penjahat kelas teri. Pengalamannya baru semur jagung, baru sedikit makan asam garamnya. Mainnya kelas kakap, jelas sudah beda. Cukup satu tindakan bisa berefek luas. Back-up mereka media besar (cetak, visual dan berita online). Media kelas ecek-ecek jelas kalah!

Kiranya, cara-cara cerdas dan bermartabat ini perlu diikuti semua lapisan. Agar tidak menuai kekalahan kedua kalinya. Sebagai bocoran, mereka sudah belajar banyak dari kekalahan di DKI kemarin. So jadilah pemilih yang cerdas.

Tiba-tiba ada suara "bangun-bangun, sudah masuk dzuhur.." Ibu membangunkan. Rupanya, tulisan opini di atas hanya bunga tidur. 

__

«
Selanjutnya
Posting Lebih Baru
»
Sebelumnya
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silakan komen ya