Nama Saren sendiri dinisbatkan kepada nama daerah tersebut yang terdapat di Dusun Saren. Demikian papar Mbah Narto selaku penjual gorengan yang ada di kawasan kolam renang tersebut. Mbah Narto juga memaparkan bahwa tanah tersebut punya Sri Sultan Hamengku Buwono, tugas Mbah Narto sendiri selain mengais rezeki juga sebagai penjaga kebersihan di kawasan itu.
"Ini sebelum dirawat, semua sampah masuk semua ke sini. Setelah dibersihakan dan dirawat, jadilah seperti sekarang ini. Kalau dulu itu Mas, kotor sekali.." Demikian papar Mbah Narto kepada penulis ketika ditanya seputar Umbul Saren.
Sekerdar informasi, bahwa kolam renang yang dahulunya mau dijadikan perusahaan air minum dan ditolak oleh warga, digunakan sebagai sarana irigasi, tempat mandi, mencuci, dan sarana berenang. Adapun letaknya berada di tengah ladang warga dan aksesnya cukup dalam untuk dijangkau.
Tidak ada biaya masuk atau tarifnya, hanya saja dikenai biaya parkir sebesar 2000 (dua ribu rupiah) untuk kendaraan roda dua. Roda empat bisa masuk, tapi tidak ada lahan parkirnya.
__




Tidak ada komentar: