Berita Utama

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

SENIN

SELASA

RABU

KAMIS

JUMAT

SABTU

foto

» » Biki Bocor Kepala Orang

BIKIN BOCOR KEPALA ORANG

Namanya Imas. Dia Kakak kelasku. Dia juga orang yang pertama kali menjadi korban keganasanku. Padahal ketika itu, aku masih satu tahun di bawahnya. Dengan kata lain, aku itu adik kelasnya.

Aku sudah tak ingat lagi, awal petaka itu terjadi. Tetapi yang masih terekam jelas itu saat kami berlari (tepatnya kukejar Dia dengan sekuat tenaga, semampu daya yang kupunya) di jalan berbatu.

Jangan dibayangkan jalanan dahulu itu sama teksturnya dengan jalan sekarang ini. Dahulu itu, batunya sebesar kepalan tangan orang dewasa biasa menonjol ke atas. Tapi ujungnya sudah halus dan sudah tidak tajam. Tetap saja, kalo yang jatuh itu kepala duluan, darah pasti bercucuran.

Owalah, lupa! Imas itu makhluk yang berjenis  kelamin laki-laki ya. Nama panjangnya aku gak tahu, yang jelas sekampungnya biasa memanggil dengan nama itu. Ada juga nama panggilannya, 'Geubew' (pas sudah remaja, biasa punya nama panggilan baru).

Pengejaran di jalan raya ini, sepertinya klimaks dari pengejaran yang sebelum-sebelumnya. Teknik yang dipakai juga pasti berbeda dengan yang sebelumnya. Terbukti, teknik ini paling ampuh dan langsung tokcer, hasilnya luar biasa pula.

Mungkin karena faktor badan dia yang lebih besar dariku, sehingga berani membuatku jengkel dibuatnya. Perlu diketahui juga, meski masih eSDe bagiku pantang untuk ditindas mapun dijahilin. Selama tidak salah, ya lawan. Biar si pelaku jera dan gak berani lagi. Ini prinsip waktu mash kecil.

Nah, Si Imas ini ku kejar terus, karena prustasi selalu lolos dari tangkapan. Tepat di tengah jalan itulah, kakiku coba diayunkan ke arah kakinya (semacam ditendang dari belakang, agar kakinya kesandung ke kaki satunya). Teknik ini rupanya berhasil dan dia terjatuh dengan posisi kepala duluan.

Awalnya kekesalan itu terobati dengan rasa puas. Apalagi melihat dia kesakitaan. Tapi, semuanya berubah jadi kepanikan, setelah ada darah yang mengalir dari kepalanya. Seketika satu sekolahan pun riuh. Bocah ingusan plus anak baru, sudah bikin geger sesekolahan (SDN Majalaya).

Semenjak kejadian itu pula, kakak kelas pun gak ada yang berani ngegangguin. Tapi tetap, kejadian itu lumayan bikin aku was-was. "Nanti dianya sampe mati, gimana ya.." Rasa takut dan bersalah dalam hati ini sempat muncul juga.

Ada yang masih ingat gak ya?
Selamat hari santri!
(Amha/)
__

__

«
Selanjutnya
Posting Lebih Baru
»
Sebelumnya
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silakan komen ya