Radio merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah kemerdekaan Indonesia. Sebab salah satu penyalur informasi yang digunakan kala itu merupakan cara yang paling efektif. Melalui radio pula, semangat nasionalis ini dibentuk dan dibangun. Berkat radio pula, semangat Bung Tomo di Surabaya menggelegar dalam melawan penjajah serta menyemangati para pejuang yang lainnya. Sungguh besar jasa radio bagi negri ini.
Sebagai manusia yang terus berpikir, rupanya pengembangan yang awalnya hanya berupa suara ini terus bergerak dan berubah melalui tampilan atau visual. Sehingga tidak lagi mendengar suara, tetapi sudah bisa menyaksikan gerak bahkan gambar siapa yang berbicara. Inilah teknologi, yang semakin ke depan akan semakin maju lagi.
Dulu melihat televisi hanya lewat benda yang ukurannya besar dan dinamai televisi. Saat ini, fungisi televisi sudah tergantikan dengan gawai. Tampilan suara, gambar, gerak dan video sudah bisa dinikmati dalam genggaman alias dalam gawai. Sehingga apapun sudah ada ditangan. Istilah "dunia dalam genggaman" memang betul adanya. Jarak tidak lagi menjadi masalah apalagi hambatan. Cukup buka gawai dan sambungkan.
Kemajuan apa lagi yang akan manusia ciptakan nanti. Dengan sederet kemajuan tersebut. Fungsi radio sepertinya sudah mulai tergerus. Beda ketika era 80an dimana radio sedang tenar-tenarnya. Banyak yang kini terkenal sebagai artis, dulunya adalah sebagai seorang penyiar radio.
Terlebih adanya youtube merupakan tawaran yang menggiurkan untuk orang belajar secara otodidak dan menentukan sendiri topiknya sendiri. Jika diperhatikan, youtuber itu hampir mirip dengan penyiar radio, hanya saja radio lebih kepada kekuatan suaranya. Tetapi youtuber lebih menggabungkan aspek suara dan gambar. Sulitan mana? Jelas keduanya sama-sama sulit, sebab harus memiliki skill di bidang itu.
Saya ingat betul ketika masih kecil. Kakak punya saound di kamar. Setiap setelah subuh, ibu menghidupkan sound itu dan menghidupkan radio. Siaran yang dipilih biasanya ceramah Zainudin Mz. Ceramah itu biasa selesai pukul enam pagi. Dengan demikian, saya juga merupakan saksi dimana radio merupakan sebuah pilihan hiburan pada masanya. Tetapi inilah zaman yang semakin maju dan berkembang, bukan tidak mungkin fungsi radio ini akan tergantikan dan terlupakan. Stasiun radio yang dibangun itu akan tutup dengan sendirinya.
Hari Radio Republik Indonesia (RRI) diperingati setiap tanggal 11 september. Selamat hari radio.



Tidak ada komentar: