Berita Utama

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

SENIN

SELASA

RABU

KAMIS

JUMAT

SABTU

foto

» » » Jadi Penjaga Gawang

Yuk jadi Penjaga 'Gawang'

Saat semua pemain ingin jadi striker, dan menciptakan gol, ia tetap setia di belakang. Maka tak jarang pula ia beradu fisik dengan lawan, bahkan dengan teman satu timnya sendiri.

Dialah si penjaga gawang. Blok pertahanan terakhir dari sebuah tim sepak bola. Apapun akan dilakukan, asal si kulit bundar tidak melewati gari gawang dan tiangnya.

Sadarilah! Bahwa saat ini kita sedang 'bermain bola'. (Penulis menganggap dunia maya saat ini ibarat pertandingan sepak bola). Maka kita harus jadi penjaga gawang yang baik agar tidak mudah kebobolan (baca: tidak terpengaruh dan termakan isu murahan).

Kini, para pemain sedang berlomba memasukan bola ke gawang lawan. Tapi, saat ini (seolah) bola sedang berada di kaki mereka sendiri. Keputusan itu ada pada mereka pula. Apakah akan dioper, digiring terus atau ditendang sendiri ke gawang lawan?

Kondisi bola masih liar berada di tengah lapangan. Banyak kemungkinan yang akan terjadi dan tidak akan kita tahu akhirnya. Pengambilan keputusan ada di mereka yang sedang membawa bola.

Dan, sekali lagi. Tugas penjaga gawang tetap setia di belakang, menjaga bola agar tidak kemasukan. Kadang datangnya sukar diprediksi dari arah mana saja.

Apa jadinya, jika dalam sebuah tim, semua ingin main sebagai penyerang, tetapi tak ada yang mau menjadi penjaga gawang. Atau, penjaga gawangnya ada, tetapi asal-asalan. Sungguh mengkhawatirkan bukan?

Di film Spiderman, tepatnya di adegan terakhir. Ada dialog antara Peter Parker dan Manusia Pasir (Sendman).

Sebelumnya Spiderman sangat dendam dan marah kepada Sendman. Tapi setelah dijelaskan alasannya oleh Sendman (kenapa bisa sampe membunuh paman Ben, setelah merampok bank). Ia pun paham.

Sendman hanya berkata " Aku tak ingin meminta dirimu untuk memaafkanku, tetapi aku hanya ingin kau paham..."

Maka Peter Parker pun mengatakan "Kau sudah kumaafkan..." Lalu manusia pasir pun menghilang bersama tiupan angin.

Ditulis sebagai bahan refleksi di hari raya 'Idul Qurban

AMHA
Dabag, 22/08/18 09.09

__

«
Selanjutnya
Posting Lebih Baru
»
Sebelumnya
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silakan komen ya